Penulis: Habiburrahman El Shirazy
KOTA KUFAH terang oleh sinar purnama. Semilir angin yang bertiup dari utara
membawa hawa sejuk. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. Namun
geliat hidup kota Kufah masih terasa.
Di serambi masjid Kufah, seorang pemuda berdiri tegap menghadap kiblat.
Kedua matanya memandang teguh ke tempat sujud. Bibirnya bergetar melantunkan
ayat-ayat suci Al-Quran. Hati dan seluruh gelegak jiwanya menyatu dengan
Tuhan, Pencipta alam semesta. Orang-orang memanggilnya "Zahid" atau "Si Ahli
Zuhud", karena kezuhudannya meskipun ia masih muda. Dia dikenal masyarakat
sebagai pemuda yang paling tampan dan paling mencintai masjid di kota Kufah
pada masanya. Sebagian besar waktunya ia habiskan di dalam masjid, untuk
ibadah dan menuntut ilmu pada ulama terkemuka kota Kufah. Saat itu masjid
adalah pusat peradaban, pusat pendidikan, pusat informasi dan pusat
perhatian.
Pemuda itu terus larut dalam samudera ayat Ilahi. Setiap kali sampai pada
ayat-ayat azab, tubuh pemuda itu bergetar hebat. Air matanya mengalir deras.
Neraka bagaikan menyala-nyala dihadapannya. Namun jika ia sampai pada
ayat-ayat nikmat dan surga, embun sejuk dari langit terasa bagai mengguyur
sekujur tubuhnya. Ia merasakan kesejukan dan kebahagiaan. Ia bagai mencium
aroma wangi para bidadari yang suci.
Tatkala sampai pada surat Asy Syams , ia menangis,
"fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha.
qad aflaha man zakkaaha.
wa qad khaaba man dassaaha
…"
(maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaan,
sesungguhnya, beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya
…)
Hatinya bertanya-tanya. Apakah dia termasuk golongan yang mensucikan
jiwanya. Ataukah golongan yang mengotori jiwanya? Dia termasuk golongan yang
beruntung, ataukah yang merugi?
Ayat itu ia ulang berkali-kali. Hatinya bergetar hebat. Tubuhnya berguncang.
Akhirnya ia pingsan.
***
Sementara itu, di pinggir kota tampak sebuah rumah mewah bagai istana.
Lampu-lampu yang menyala dari kejauhan tampak berkerlap-kerlip bagai bintang
gemintang. Rumah itu milik seorang saudagar kaya yang memiliki kebun kurma
yang luas dan hewan ternak yang tak terhitung jumlahnya.
Dalam salah satu kamarnya, tampak seorang gadis jelita sedang menari-nari
riang gembira. Wajahnya yang putih susu tampak kemerahan terkena sinar yang
terpancar bagai tiga lentera yang menerangi ruangan itu. Kecantikannya
sungguh memesona. Gadis itu terus menari sambil mendendangkan syair-syair
cinta,
"in kuntu 'asyiqatul lail fa ka'si
musyriqun bi dhau'
wal hubb al wariq
…"
(jika aku pencinta malam maka
gelasku memancarkan cahaya
dan cinta yang mekar
…)
***
Gadis itu terus menari-nari dengan riangnya. Hatinya berbunga-bunga. Di
ruangan tengah, kedua orangtuanya menyungging senyum mendengar syair yang
didendangkan putrinya. Sang ibu berkata, "Abu Afirah, putri kita sudah
menginjak dewasa. Kau dengarkanlah baik-baik syair-syair yang ia
dendangkan."
"Ya, itu syair-syair cinta. Memang sudah saatnya dia menikah. Kebetulan tadi
siang di pasar aku berjumpa dengan Abu Yasir. Dia melamar Afirah untuk
putranya, Yasir."
"Bagaimana, kau terima atau…?"
"Ya jelas langsung aku terima. Dia ' kan masih kerabat sendiri dan kita
banyak berhutang budi padanya. Dialah yang dulu menolong kita waktu
kesusahan. Di samping itu Yasir itu gagah dan tampan."
"Tapi bukankah lebih baik kalau minta pendapat Afirah dulu?"
"Tak perlu! Kita tidak ada pilihan kecuali menerima pinangan ayah Yasir.
Pemuda yang paling cocok untuk Afirah adalah Yasir."
"Tapi, engkau tentu tahu bahwa Yasir itu pemuda yang tidak baik."
"Ah, itu gampang. Nanti jika sudah beristri Afirah, dia pasti juga akan
tobat! Yang penting dia kaya raya."
***
Pada saat yang sama, di sebuah tenda mewah, tak jauh dari pasar Kufah.
Seorang pemuda tampan dikelilingi oleh teman-temannya. Tak jauh darinya
seorang penari melenggak lenggokan tubuhnya diiringi suara gendang dan
seruling.
"Ayo bangun, Yasir. Penari itu mengerlingkan matanya padamu!" bisik
temannya.
"Be…benarkah?"
"Benar. Ayo cepatlah. Dia penari tercantik kota ini. Jangan kau sia-siakan
kesempatan ini, Yasir!"
"Baiklah. Bersenang-senang dengannya memang impianku."
Yasir lalu bangkit dari duduknya dan beranjak menghampiri sang penari. Sang
penari mengulurkan tangan kanannya dan Yasir menyambutnya. Keduanya lalu
menari-nari diiringi irama seruling dan gendang. Keduanya benar-benar hanyut
dalam kelenaan. Dengan gerakan mesra penari itu membisikkan sesuatu
ketelinga Yasir,
"Apakah Anda punya waktu malam ini bersamaku?"
Yasir tersenyum dan menganggukan kepalanya. Keduanya terus menari dan
menari. Suara gendang memecah hati. Irama seruling melengking-lengking .
Aroma arak menyengat nurani. Hati dan pikiran jadi mati.
***
Keesokan harinya.
Usai shalat dhuha, Zahid meninggalkan masjid menuju ke pinggir kota . Ia
hendak menjenguk saudaranya yang sakit. Ia berjalan dengan hati terus
berzikir membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Ia sempatkan ke pasar sebentar
untuk membeli anggur dan apel buat saudaranya yang sakit.
Zahid berjalan melewati kebun kurma yang luas. Saudaranya pernah bercerita
bahwa kebun itu milik saudagar kaya, Abu Afirah. Ia terus melangkah menapaki
jalan yang membelah kebun kurma itu. Tiba-tiba dari kejauhan ia melihat
titik hitam. Ia terus berjalan dan titik hitam itu semakin membesar dan
mendekat. Matanya lalu menangkap di kejauhan sana perlahan bayangan itu
menjadi seorang sedang menunggang kuda. Lalu sayup-sayup telinganya
menangkap suara,
"Toloong! Toloong!!"
Suara itu datang dari arah penunggang kuda yang ada jauh di depannya. Ia
menghentikan langkahnya. Penunggang kuda itu semakin jelas.
"Toloong! Toloong!!"
Suara itu semakin jelas terdengar. Suara seorang perempuan. Dan matanya
dengan jelas bisa menangkap penunggang kuda itu adalah seorang perempuan.
Kuda itu berlari kencang.
"Toloong! Toloong hentikan kudaku ini! Ia tidak bisa dikendalikan!"
Mendengar itu Zahid tegang. Apa yang harus ia perbuat. Sementara kuda itu
semakin dekat dan tinggal beberapa belas meter di depannya. Cepat-cepat ia
menenangkan diri dan membaca shalawat. Ia berdiri tegap di tengah jalan.
Tatkala kuda itu sudah sangat dekat ia mengangkat tangan kanannya dan
berkata keras,
"Hai kuda makhluk Allah, berhentilah dengan izin Allah!"
Bagai pasukan mendengar perintah panglimanya, kuda itu meringkik dan
berhenti seketika. Perempuan yang ada dipunggungnya terpelanting jatuh.
Perempuan itu mengaduh. Zahid mendekati perempuan itu dan menyapanya,
"Assalamu'alaiki. Kau tidak apa-apa?"
Perempuan itu mengaduh. Mukanya tertutup cadar hitam. Dua matanya yang
bening menatap Zahid. Dengan sedikit merintih ia menjawab pelan,
"Alhamdulillah, tidak apa-apa. Hanya saja tangan kananku sakit sekali.
Mungkin terkilir saat jatuh."
"Syukurlah kalau begitu."
Dua mata bening di balik cadar itu terus memandangi wajah tampan Zahid.
Menyadari hal itu Zahid menundukkan pandangannya ke tanah. Perempuan itu
perlahan bangkit. Tanpa sepengetahuan Zahid, ia membuka cadarnya. Dan
tampaklah wajah cantik nan memesona,
"Tuan, saya ucapkan terima kasih. Kalau boleh tahu siapa nama Tuan, dari
mana dan mau ke mana Tuan?"
Zahid mengangkat mukanya. Tak ayal matanya menatap wajah putih bersih
memesona. Hatinya bergetar hebat. Syaraf dan ototnya terasa dingin semua.
Inilah untuk pertama kalinya ia menatap wajah gadis jelita dari jarak yang
sangat dekat. Sesaat lamanya keduanya beradu pandang. Sang gadis terpesona
oleh ketampanan Zahid, sementara gemuruh hati Zahid tak kalah hebatnya.
Gadis itu tersenyum dengan pipi merah merona, Zahid tersadar, ia cepat-cepat
menundukkan kepalanya. "Innalillah. Astagfirullah," gemuruh hatinya.
"Namaku Zahid, aku dari masjid mau mengunjungi saudaraku yang sakit."
"Jadi, kaukah Zahid yang sering dibicarakan orang itu? Yang hidupnya cuma di
dalam masjid?"
"Tak tahulah. Itu mungkin Zahid yang lain." kata Zahid sambil membalikkan
badan. Ia lalu melangkah.
"Tunggu dulu Tuan Zahid! Kenapa tergesa-gesa? Kau mau kemana? Perbincangan
kita belum selesai!"
"Aku mau melanjutkan perjalananku!"
Tiba-tiba gadis itu berlari dan berdiri di hadapan Zahid. Terang saja Zahid
gelagapan. Hatinya bergetar hebat menatap aura kecantikan gadis yang ada di
depannya. Seumur hidup ia belum pernah menghadapi situasi seperti ini.
"Tuan aku hanya mau bilang, namaku Afirah. Kebun ini milik ayahku. Dan
rumahku ada di sebelah selatan kebun ini. Jika kau mau silakan datang ke
rumahku. Ayah pasti akan senang dengan kehadiranmu. Dan sebagai ucapan
terima kasih aku mau menghadiahkan ini."
Gadis itu lalu mengulurkan tangannya memberi sapu tangan hijau muda.
"Tidak usah."
"Terimalah, tidak apa-apa! Kalau tidak Tuan terima, aku tidak akan memberi
jalan!"
Terpaksa Zahid menerima sapu tangan itu. Gadis itu lalu minggir sambil
menutup kembali mukanya dengan cadar. Zahid melangkahkan kedua kakinya
melanjutkan perjalanan.
***
Saat malam datang membentangkan jubah hitamnya, kota Kufah kembali diterangi
sinar rembulan. Angin sejuk dari utara semilir mengalir.
Afirah terpekur di kamarnya. Matanya berkaca-kaca. Hatinya basah. Pikirannya
bingung. Apa yang menimpa dirinya. Sejak kejadian tadi pagi di kebun kurma
hatinya terasa gundah. Wajah bersih Zahid bagai tak hilang dari pelupuk
matanya. Pandangan matanya yang teduh menunduk membuat hatinya sedemikian
terpikat. Pembicaraan orang-orang tentang kesalehan seorang pemuda di tengah
kota bernama Zahid semakin membuat hatinya tertawan. Tadi pagi ia menatap
wajahnya dan mendengarkan tutur suaranya. Ia juga menyaksikan wibawanya.
Tiba-tiba air matanya mengalir deras. Hatinya merasakan aliran kesejukan dan
kegembiraan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Dalam hati ia berkata,
"Inikah cinta? Beginikah rasanya? Terasa hangat mengaliri syaraf. Juga
terasa sejuk di dalam hati. Ya Rabbi, tak aku pungkiri aku jatuh hati pada
hamba-Mu yang bernama Zahid. Dan inilah untuk pertama kalinya aku terpesona
pada seorang pemuda. Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta. Ya Rabbi,
izinkanlah aku mencintainya."
Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Ia teringat sapu tangan yang
ia berikan pada Zahid. Tiba-tiba ia tersenyum,
"Ah sapu tanganku ada padanya. Ia pasti juga mencintaiku. Suatu hari ia akan
datang kemari."
Hatinya berbunga-bunga. Wajah yang tampan bercahaya dan bermata teduh itu
hadir di pelupuk matanya.
***
Sementara itu di dalam masjid Kufah tampak Zahid yang sedang menangis di
sebelah kanan mimbar. Ia menangisi hilangnya kekhusyukan hatinya dalam
shalat. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Sejak ia bertemu dengan Afirah di
kebun kurma tadi pagi ia tidak bisa mengendalikan gelora hatinya. Aura
kecantikan Afirah bercokol dan mengakar sedemikian kuat dalam relung-relung
hatinya. Aura itu selalu melintas dalam shalat, baca Al-Quran dan dalam apa
saja yang ia kerjakan. Ia telah mencoba berulang kali menepis jauh-jauh aura
pesona Afirah dengan melakukan shalat sekhusyu'-khusyu' -nya namun usaha itu
sia-sia.
"Ilahi, kasihanilah hamba-Mu yang lemah ini. Engkau Mahatahu atas apa yang
menimpa diriku. Aku tak ingin kehilangan cinta-Mu. Namun Engkau juga tahu,
hatiku ini tak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang Engkau
ciptakan. Saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya tarik wajah dan
suaranya Ilahi, berilah padaku cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun
cinta yang menetes-netes dalam dinding hatiku ini. Ilahi, tuntunlah
langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhai. Aku serahkan hidup
matiku untuk-Mu." Isak Zahid mengharu biru pada Tuhan Sang Pencipta hati,
cinta, dan segala keindahan semesta.
Zahid terus meratap dan mengiba. Hatinya yang dipenuhi gelora cinta terus ia
paksa untuk menepis noda-noda nafsu. Anehnya, semakin ia meratap embun-embun
cinta itu semakin deras mengalir. Rasa cintanya pada Tuhan. Rasa takut akan
azab-Nya. Rasa cinta dan rindu-Nya pada Afirah. Dan rasa tidak ingin
kehilangannya. Semua bercampur dan mengalir sedemikian hebat dalam relung
hatinya. Dalam puncak munajatnya ia pingsan.
Menjelang subuh, ia terbangun. Ia tersentak kaget. Ia belom shalat tahajjud.
Beberapa orang tampak tengah asyik beribadah bercengkerama dengan Tuhannya.
Ia menangis, ia menyesal. Biasanya ia sudah membaca dua juz dalam shalatnya.
"Ilahi, jangan kau gantikan bidadariku di surga dengan bidadari dunia.
Ilahi, hamba lemah maka berilah kekuatan!"
Ia lalu bangkit, wudhu, dan shalat tahajjud. Di dalam sujudnya ia berdoa,
"Ilahi, hamba mohon ridha-Mu dan surga. Amin. Ilahi lindungi hamba dari
murkamu dan neraka. Amin. Ilahi, jika boleh hamba titipkan rasa cinta hamba
pada Afirah pada-Mu, hamba terlalu lemah untuk menanggung-Nya. Amin. Ilahi,
hamba memohon ampunan-Mu, rahmat-Mu, cinta-Mu, dan ridha-Mu. Amin."
***
Pagi hari, usai shalat dhuha Zahid berjalan ke arah pinggir kota . Tujuannya
jelas yaitu melamar Afirah. Hatinya mantap untuk melamarnya. Di sana ia
disambut dengan baik oleh kedua orangtua Afirah. Mereka sangat senang dengan
kunjungan Zahid yang sudah terkenal ketakwaannya di seantero penjuru kota .
Afiah keluar sekejab untuk membawa minuman lalu kembali ke dalam. Dari balik
tirai ia mendengarkan dengan seksama pembicaraan Zahid dengan ayahnya. Zahid
mengutarakan maksud kedatangannya, yaitu melamar Afirah.
Sang ayah diam sesaat. Ia mengambil nafas panjang. Sementara Afirah menanti
dengan seksama jawaban ayahnya. Keheningan mencekam sesaat lamanya. Zahid
menundukkan kepala ia pasrah dengan jawaban yang akan diterimanya. Lalu
terdengarlah jawaban ayah Afirah,
"Anakku Zahid, kau datang terlambat. Maafkan aku, Afirah sudah dilamar Abu
Yasir untuk putranya Yasir beberapa hari yang lalu, dan aku telah
menerimanya."
Zahid hanya mampu menganggukan kepala. Ia sudah mengerti dengan baik apa
yang didengarnya. Ia tidak bisa menyembunyikan irisan kepedihan hatinya. Ia
mohon diri dengan mata berkaca-kaca. Sementara Afirah, lebih tragis
keadaannya. Jantungnya nyaris pecah mendengarnya. Kedua kakinya seperti
lumpuh seketika. Ia pun pingsan saat itu juga.
***
Zahid kembali ke masjid dengan kesedihan tak terkira. Keimanan dan ketakwaan
Zahid ternyata tidak mampu mengusir rasa cintanya pada Afirah. Apa yang ia
dengar dari ayah Afirah membuat nestapa jiwanya. Ia pun jatuh sakit. Suhu
badannya sangat panas. Berkali-kali ia pingsan. Ketika keadaannya kritis
seorang jamaah membawa dan merawatnya di rumahnya. Ia sering mengigau. Dari
bibirnya terucap kalimat tasbih, tahlil, istigfhar dan … Afirah.
Kabar tentang derita yang dialami Zahid ini tersebar ke seantero kota Kufah.
Angin pun meniupkan kabar ini ke telinga Afirah. Rasa cinta Afirah yang tak
kalah besarnya membuatnya menulis sebuah surat pendek,
Kepada Zahid,
Assalamu'alaikum
Aku telah mendengar betapa dalam rasa cintamu padaku. Rasa cinta itulah yang
membuatmu sakit dan menderita saat ini. Aku tahu kau selalu menyebut diriku
dalam mimpi dan sadarmu. Tak bisa kuingkari, aku pun mengalami hal yang
sama. Kaulah cintaku yang pertama. Dan kuingin kaulah pendamping hidupku
selama-lamanya.
Zahid,
Kalau kau mau. Aku tawarkan dua hal padamu untuk mengobati rasa haus kita
berdua. Pertama, aku akan datang ke tempatmu dan kita bisa memadu cinta.
Atau kau datanglah ke kamarku, akan aku tunjukkan jalan dan waktunya.
Wassalam
Afirah
============ ========= ========= ========= ========= ========= ======
Surat itu ia titipkan pada seorang pembantu setianya yang bisa dipercaya. Ia
berpesan agar surat itu langsung sampai ke tangan Zahid. Tidak boleh ada
orang ketiga yang membacanya. Dan meminta jawaban Zahid saat itu juga.
Hari itu juga surat Afirah sampai ke tangan Zahid. Dengan hati
berbunga-bunga Zahid menerima surat itu dan membacanya. Setelah tahu isinya
seluruh tubuhnya bergetar hebat. Ia menarik nafas panjang dan beristighfar
sebanyak-banyaknya. Dengan berlinang air mata ia menulis untuk Afirah :
Kepada Afirah,
Salamullahi'alaiki,
Benar aku sangat mencintaimu. Namun sakit dan deritaku ini tidaklah
semata-mata karena rasa cintaku padamu. Sakitku ini karena aku menginginkan
sebuah cinta suci yang mendatangkan pahala dan diridhai Allah 'Azza Wa
Jalla'. Inilah yang kudamba. Dan aku ingin mendamba yang sama. Bukan sebuah
cinta yang menyeret kepada kenistaan dosa dan murka-Nya.
Afirah,
Kedua tawaranmu itu tak ada yang kuterima. Aku ingin mengobati kehausan jiwa
ini dengan secangkir air cinta dari surga. Bukan air timah dari neraka.
Afirah, "Inni akhaafu in 'ashaitu Rabbi adzaaba yaumin 'adhim!" (
Sesungguhnya aku takut akan siksa hari yang besar jika aku durhaka pada
Rabb-ku. Az Zumar : 13 )
Afirah,
Jika kita terus bertakwa. Allah akan memberikan jalan keluar. Tak ada yang
bisa aku lakukan saat ini kecuali menangis pada-Nya. Tidak mudah meraih
cinta berbuah pahala. Namun aku sangat yakin dengan firmannya :
"Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan
laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula),
dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki
yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh)
itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Bagi mereka ampunan dan
rizki yang mulia (yaitu surga)."
Karena aku ingin mendapatkan seorang bidadari yang suci dan baik maka aku
akan berusaha kesucian dan kebaikan. Selanjutnya Allahlah yang menentukan.
Afirah,
Bersama surat ini aku sertakan sorbanku, semoga bisa jadi pelipur lara dan
rindumu. Hanya kepada Allah kita serahkan hidup dan mati kita.
Wassalam,
Zahid
============ ========= ========= ========= ========= ========= ======
Begitu membaca jawaban Zahid itu Afirah menangis. Ia menangis bukan karena
kecewa tapi menangis karena menemukan sesuatu yang sangat berharga, yaitu
hidayah. Pertemuan dan percintaannya dengan seorang pemuda saleh bernama
Zahid itu telah mengubah jalan hidupnya.
Sejak itu ia menanggalkan semua gaya hidupnya yang glamor. Ia berpaling dari
dunia dan menghadapkan wajahnya sepenuhnya untuk akhirat. Sorban putih
pemberian Zahid ia jadikan sajadah, tempat dimana ia bersujud, dan menangis
di tengah malam memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Siang ia puasa malam
ia habiskan dengan bermunajat pada Tuhannya. Di atas sajadah putih ia
menemukan cinta yang lebih agung dan lebih indah, yaitu cinta kepada Allah
SWT. Hal yang sama juga dilakukan Zahid di masjid Kufah. Keduanya
benar-benar larut dalam samudera cinta kepada Allah SWT.
Allah Maha Rahman dan Rahim. Beberapa bulan kemudian Zahid menerima sepucuk
surat dari Afirah :
Kepada Zahid,
Assalamu'alaikum,
Segala puji bagi Allah, Dialah Tuhan yang memberi jalan keluar hamba-Nya
yang bertakwa. Hari ini ayahku memutuskan tali pertunanganku dengan Yasir.
Beliau telah terbuka hatinya. Cepatlah kau datang melamarku. Dan kita
laksanakan pernikahan mengikuti sunnah Rasululullah SAW. Secepatnya.
Wassalam,
Afirah
============ ========= ========= ========= ========= ========= ======
Seketika itu Zahid sujud syukur di mihrab masjid Kufah. Bunga-bunga cinta
bermekaran dalam hatinya. Tiada henti bibirnya mengucapkan hamdalah.
Diambil dari buku dengan judul yang sama karya Habiburrahman El Shirazy.
Dapatkan bukunya dan simak 37 cerita keren lainnya.
Penerbit:
1. Penerbit Republika
2. Pesantren Basmala Indonesia
3. MD Entertainment
Minggu, 26 April 2009
Senin, 20 April 2009
kebenaran yang tak terbantahkan
“dan dia yang menjadikan dua laut, yang satu asin dan pahit rasanya, dan yang lain tawar manis rasanya, dan di jadikannya dinding pemisah diantara keduanya.”(QS. Al –Furqan, 25:53)
Dr. amal al araqi adalah seorang wanita ahli teknik berkebangsaan Arab Saudi beliau adalh direktur perusahaan Nafia Water. Al araqi bersama dengan ahli prancis dari Nymphaea Water melakukan penelitian di sepanjang dasar laut merah, mereka hendak melakukan instalasi penyulingan air laut. Karma diperkirakan di dasar laut merah yang asin terdapat beribu-ribu titik sumber mata air tawar. Air tawar ini ada karna gerakan geologis yang terjadi pada zaman purbakala, mata air tawar yang tadinya berada didaratan menjadi terbenam dan sebaliknya permukaan air laut menjadi naik. Akan tetapi tenggelamnya air laut tersebut tidak menghentikan pancaran mata air tersebut , bahkan sumber-sumber air tawar itu terus menerus mengeluarkan air dan ajaibnya tidak bercampur dengan air laut disekitarnya yang asin seolah-olah ada dinding terselubung yang membatasinya. Tepat seperti yang disebutkan dalam al-quran.. subhanallah. Dan menurut mereka sumber-sumber mata air tawar, terdapat di seluruh dasar laut didunia.. allahhuakbar. Bagaimana mungkin rasulallah yang hidup 15 abad silam bisa mengetahui penonema tersebut.. saat kapal selam belum juga tercipta. Ini merupakan bukti mujizat al-quran. Al-quran adalah kebenaran yang tak terbantahkan.
Dr. amal al araqi adalah seorang wanita ahli teknik berkebangsaan Arab Saudi beliau adalh direktur perusahaan Nafia Water. Al araqi bersama dengan ahli prancis dari Nymphaea Water melakukan penelitian di sepanjang dasar laut merah, mereka hendak melakukan instalasi penyulingan air laut. Karma diperkirakan di dasar laut merah yang asin terdapat beribu-ribu titik sumber mata air tawar. Air tawar ini ada karna gerakan geologis yang terjadi pada zaman purbakala, mata air tawar yang tadinya berada didaratan menjadi terbenam dan sebaliknya permukaan air laut menjadi naik. Akan tetapi tenggelamnya air laut tersebut tidak menghentikan pancaran mata air tersebut , bahkan sumber-sumber air tawar itu terus menerus mengeluarkan air dan ajaibnya tidak bercampur dengan air laut disekitarnya yang asin seolah-olah ada dinding terselubung yang membatasinya. Tepat seperti yang disebutkan dalam al-quran.. subhanallah. Dan menurut mereka sumber-sumber mata air tawar, terdapat di seluruh dasar laut didunia.. allahhuakbar. Bagaimana mungkin rasulallah yang hidup 15 abad silam bisa mengetahui penonema tersebut.. saat kapal selam belum juga tercipta. Ini merupakan bukti mujizat al-quran. Al-quran adalah kebenaran yang tak terbantahkan.
dua wajah penindasan
Dua wajah penindasan
Dan sesengguhnya kami jadikan untuk isi neraka kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar(ayat-ayat allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mekeka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’raf: 179)
Dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jaln allah sehingga mereka tidak mendapat petunjuk. (QS. An-Naml: 24)
A.penindasan real
Ini adalah penindasan XY penindasan dua variable mental dan fisik, para mujahid, cildern, para munafik, para pembangkang allah dan rasulnya. Dari awal turunnya system ini (perang) ribuan juta nyawa telah melayang, menemukan jalan-jalan kebebasannya atau sebaliknya jalan-jalan kegelapannya. Seorang imam berkata: mereka telah dibunuh dan bantai, merekapun tak bisa lari dari takdir ajalnya. Tapi kematiannya adalah kematian yang mulia, syahid dijalan allah.
B. Turunan dari penindasan real, penindasan abstrak
“Ummat-ummat terdahulu akan berkoalisi hendak menguasai kalian, seperti berkumpulnya jago-jago makan ketika menyantap makanan”. Sahabat bertanya: “apakah karena jumlah kami yang sedikit pada saat itu.” Nabi s.a.w menjawab: “bahkan jumlah kalian saat itu, justru sangat banyak. Akan tetapi tak ubahnya seperti buih banjir. Allah mencabut rasa takut pada musuh kalian, sebaliknya Allah menanamkan di hati kalian penyakit wahn”. Sahabat kembali bertanya: “apa itu penyeakit wahn.” Nabi s.a.w bersabda: “cinta dunia dan takut mati.” (Shahih. HR.Abu Dawud)
Ini adalah penindasan yang muncul akibat kekalahan kebenaran yang telah disabotase. Saat ketaatan diperdangangkan ditukar dengan harga diri dan kepicikan berfikir, menipu dan menjajah diri. Inilah perang pemikiran itu, system yang sangat efektif dalam melumpuhkan mental-mental perjuangan. Siapa dalang dibalik ini yang dengan sangat rela menumbalkan kecerdasan untuk kedengkian dan keserakahan, siapa lawan dan siapa kawan, siapa pula yang jadi korban. Penindasan ini begitu indah dikenang hingga seringkali terlupakan bahkan tak sadarkan diri ternyata korbannya adalah kita yang merasa memiliki nasip lebih baik karna tanah dan negrinya dibiarkan hijau dan damai. Tapi sebenarnya tak jauh berbeda dengan negri yang tanahnya tertutupi mayat-mayat. Perbedaannya adalah kebijakan dan system yang diterapkan . Memilih matrealistis dan hedois tidak kalah dengan para munafik & pembangkang allah dan rasulnya yang tempat kembalinya adalah seburuk-buruknya tempat kembali. Inti dari menyadari penindasan abstrak ini adalah membantu korban kapitalis yakni kemiskinan. Bergotong royong 1000 kali lebih baik dari pada berjuang seorang diri. Dan berusaha keluar dari penindasan dengan segala rintangan yang ada didalamnya adalah keindahan dan kemewahan dalam merasakan sari pati hidup. Ikut serta dalam memerangi kebatilan dan kehinaan, berjuang dengan segenap kemampuan dan kita akan bahu membahu dengan segala propesi, berjihad dalam bentuk dam rupa segala jihad. Mijadid tugas kita menumpuk, bangkitlah harapan itu slalu ada untuk insane yang jalan hidupnya memilih menjadi pejuang for allah.
Ya allah, sesungguhnya engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepadamu, bertemu untuk taat kepadamu, bersatu dalam rangka menyeru (dakwah dijalan)-mu, dan berjanji setia untuk membela syariatmu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukilah jalannya, dan penuhilah dengan cahayamu yang tidak akan pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepadamu, hidupkanlah dengan marifahmu, dan matikanlah dalam keadaan syahid dijalan mu. Sesungguhnya engkau pelindung dan sebaik-baiknya penolong. Amin . dan semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan pada nabi Muhammad saw, kepada keluarganya, dan kepada semua sahabatnya.
Dan sesengguhnya kami jadikan untuk isi neraka kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar(ayat-ayat allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mekeka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’raf: 179)
Dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jaln allah sehingga mereka tidak mendapat petunjuk. (QS. An-Naml: 24)
A.penindasan real
Ini adalah penindasan XY penindasan dua variable mental dan fisik, para mujahid, cildern, para munafik, para pembangkang allah dan rasulnya. Dari awal turunnya system ini (perang) ribuan juta nyawa telah melayang, menemukan jalan-jalan kebebasannya atau sebaliknya jalan-jalan kegelapannya. Seorang imam berkata: mereka telah dibunuh dan bantai, merekapun tak bisa lari dari takdir ajalnya. Tapi kematiannya adalah kematian yang mulia, syahid dijalan allah.
B. Turunan dari penindasan real, penindasan abstrak
“Ummat-ummat terdahulu akan berkoalisi hendak menguasai kalian, seperti berkumpulnya jago-jago makan ketika menyantap makanan”. Sahabat bertanya: “apakah karena jumlah kami yang sedikit pada saat itu.” Nabi s.a.w menjawab: “bahkan jumlah kalian saat itu, justru sangat banyak. Akan tetapi tak ubahnya seperti buih banjir. Allah mencabut rasa takut pada musuh kalian, sebaliknya Allah menanamkan di hati kalian penyakit wahn”. Sahabat kembali bertanya: “apa itu penyeakit wahn.” Nabi s.a.w bersabda: “cinta dunia dan takut mati.” (Shahih. HR.Abu Dawud)
Ini adalah penindasan yang muncul akibat kekalahan kebenaran yang telah disabotase. Saat ketaatan diperdangangkan ditukar dengan harga diri dan kepicikan berfikir, menipu dan menjajah diri. Inilah perang pemikiran itu, system yang sangat efektif dalam melumpuhkan mental-mental perjuangan. Siapa dalang dibalik ini yang dengan sangat rela menumbalkan kecerdasan untuk kedengkian dan keserakahan, siapa lawan dan siapa kawan, siapa pula yang jadi korban. Penindasan ini begitu indah dikenang hingga seringkali terlupakan bahkan tak sadarkan diri ternyata korbannya adalah kita yang merasa memiliki nasip lebih baik karna tanah dan negrinya dibiarkan hijau dan damai. Tapi sebenarnya tak jauh berbeda dengan negri yang tanahnya tertutupi mayat-mayat. Perbedaannya adalah kebijakan dan system yang diterapkan . Memilih matrealistis dan hedois tidak kalah dengan para munafik & pembangkang allah dan rasulnya yang tempat kembalinya adalah seburuk-buruknya tempat kembali. Inti dari menyadari penindasan abstrak ini adalah membantu korban kapitalis yakni kemiskinan. Bergotong royong 1000 kali lebih baik dari pada berjuang seorang diri. Dan berusaha keluar dari penindasan dengan segala rintangan yang ada didalamnya adalah keindahan dan kemewahan dalam merasakan sari pati hidup. Ikut serta dalam memerangi kebatilan dan kehinaan, berjuang dengan segenap kemampuan dan kita akan bahu membahu dengan segala propesi, berjihad dalam bentuk dam rupa segala jihad. Mijadid tugas kita menumpuk, bangkitlah harapan itu slalu ada untuk insane yang jalan hidupnya memilih menjadi pejuang for allah.
Ya allah, sesungguhnya engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepadamu, bertemu untuk taat kepadamu, bersatu dalam rangka menyeru (dakwah dijalan)-mu, dan berjanji setia untuk membela syariatmu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukilah jalannya, dan penuhilah dengan cahayamu yang tidak akan pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepadamu, hidupkanlah dengan marifahmu, dan matikanlah dalam keadaan syahid dijalan mu. Sesungguhnya engkau pelindung dan sebaik-baiknya penolong. Amin . dan semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan pada nabi Muhammad saw, kepada keluarganya, dan kepada semua sahabatnya.
masa yang telah pergi meninggalkan sebuah kenangan
Ku hanya ingin kami bisa memaafkan dan bertoleransi tak ada satupun diantara kami yang benar-benar sama karma kami terlahir dari sebuah didikan yang berbeda satu-satunya kesamaan kami adalah iman yakni islam. Sobat telah beribu jalan kita tempuh bersama, 1001 satu senyum dan tawa telah kita lahirkan, 1001 kemarahan telah kita luapkan. Terlalu banyak cerita tercipta ku melihat dari perjalinan persaudaraaan ini kebesaran khalik, kasih sayangnya ada pada diri-diri kalian menjelma sebagai sosok pengingat, penyemangat, kadang dalam kealfaan pun ku masih melihat belas kasih itu.
Setaiap minggu pada hari kamis kita berkumpul bersama ditempat yang selalu menegaskan kesederhanaan itu indah” masjid” di Bantu seorang murobi yang berdedikasih lembut sabar akan sikap-sikap kita yang terkadang overacting. Kita sering menyusahkannya dengan bertanya yang macem-macem bahkan aneh, tapi tak ada keputusasaan di dalam dirinya. Murubi kita selalu datang setiap minggunya denngan membawa berita-berita heboh ditangannya. Dimanapun beliau berada semoga allah melindunginya. Aku akan jujur pada kalian sebenarnya aku tidak menghidap insomnia itu tipu muslihatku agar aku mendapatkan pengertian kalian akan hobiku yang suka ngaret apalagi kalo janjian di pagi hari. Oh ya kalian ingat lirik ini,” melewati samudra kehidupan…. Aku juga lupa liriknya hehehehehe..kita pernah menyanyikannya bersama-sama di tengah kebun singkong saat expedisi rahasia sejauh 14 km sepanjang jalan dengan bangga sekali-kali kita menggemakan takbir seolah-olah kita mujahid yang hendak pergi berjihad. Itu benar-benar keren. Masih ingat mesjid al amaliah di ciawi, kita pernah tertiban malu disitu, dengan bangganya kita menggerai tikar dengan maksud mo nolongin nenek-nenek bandel, semua ikhwan melirik kita, kita artikan lirikan itu sebagai tanda pujian. Eng..ing..eng.., ternyata bukan, kita berada ditempat yang bukan semestinya. Seorang ikhwan menegur kita dan tangannya menunjukan wilayah kekuasaan wanita ruangan khusus yang telah di hijab di sebelah kiri mesjid megah ini. Kita hanya bisa nyengeh nahan malu, secepat kilat kita langsung sprin ngadu lari. Ada kejadian apa 1 sd 3 rhamadhan 1428 saat sanlat khaisar di al-huda ini kejadianp paling unik dari kejadian-kejadian yang lain, saat di akhir acara kelompok kita dinobatkan sebagai peserta terheboh + terkreatif.. YES kita menang, tidak percuma telah mengeluarkan semua jurus andalan agar para panitia terkesima kagum, semua saingan kita yang SD harus mengakui bahwa anak SMA jauh lebih unggul gitu lho hehehehe.. walo murobi kita super baek, tapi dia pernah tengil ma kita, jam 7 pagi kita tlah sepakat janjian didepan masjid al-hafidziah sepeti biasa aku datang paling telat, karma jam yang aku pakai adalah jam karet tapi kalian cuek aza gak marah karma saking senengnya mo ketemu gubernur jawa barat. 10 menitan lagi kaki kita akan menginjak lapangan merdeka sukabumi, ni acara besar pasti ada beribu pasang mata memandang, takbir akan menggemparkan kota sukabumi karma selain da kunjungan pak gubernur bakalan ada siraman rohani. Dang dut dang dang dut dang dut dang dang dut, kami terkejut seharusnya yang kami lihat ibu-ibu pake jilbab ato bapak-bapak pake baju necis. Tapi ini laen sikaos merah merajai lapangan hijau pada semangat goyang dangdut di kaosnya terterakan kopi ABC, petanda abclah yang mensponsori acara ini, ternyata murobi kita salah menyebutkan lokasi . seharusnya Gor cisaat bukan gor sukabumi.
Sekarangpun saat masa-masa terakhir didalam hidupku kalianlah mata dan telingaku, aku tidak seperti berada diruangan 4 kali 12 yang disekat-sekat entah karena apa aku bijak bestari memandang dunia ini. Cerita-cerita dari mulut kalian menyadariku betapa luas dunia ini sangat luas ataupun sebaliknya betapa kecil sebuah titik awal penciptaan ini sangat kecil.bersatunya mata kitapun tidak menghilangkan dahaga kita akan rasa ingin tau.. kita mahluk yang menciptaannya telah terpaku pada kitab lauhul mahfuzh, hokum-hukum alam. Bukan saatnya merasa lelah atopun merasa bising karma telinga inipun memiliki sebuah batasan. Tapi manifestasi keimanan membuat keterbatasan ini menjadi sebuah penegasan. Kepuasan adalah saat diri memilih untuk bersyukur… maafkanlah aku, insya allah akupun akan memaafkan kalian.. sukron ya ukhti.
Setaiap minggu pada hari kamis kita berkumpul bersama ditempat yang selalu menegaskan kesederhanaan itu indah” masjid” di Bantu seorang murobi yang berdedikasih lembut sabar akan sikap-sikap kita yang terkadang overacting. Kita sering menyusahkannya dengan bertanya yang macem-macem bahkan aneh, tapi tak ada keputusasaan di dalam dirinya. Murubi kita selalu datang setiap minggunya denngan membawa berita-berita heboh ditangannya. Dimanapun beliau berada semoga allah melindunginya. Aku akan jujur pada kalian sebenarnya aku tidak menghidap insomnia itu tipu muslihatku agar aku mendapatkan pengertian kalian akan hobiku yang suka ngaret apalagi kalo janjian di pagi hari. Oh ya kalian ingat lirik ini,” melewati samudra kehidupan…. Aku juga lupa liriknya hehehehehe..kita pernah menyanyikannya bersama-sama di tengah kebun singkong saat expedisi rahasia sejauh 14 km sepanjang jalan dengan bangga sekali-kali kita menggemakan takbir seolah-olah kita mujahid yang hendak pergi berjihad. Itu benar-benar keren. Masih ingat mesjid al amaliah di ciawi, kita pernah tertiban malu disitu, dengan bangganya kita menggerai tikar dengan maksud mo nolongin nenek-nenek bandel, semua ikhwan melirik kita, kita artikan lirikan itu sebagai tanda pujian. Eng..ing..eng.., ternyata bukan, kita berada ditempat yang bukan semestinya. Seorang ikhwan menegur kita dan tangannya menunjukan wilayah kekuasaan wanita ruangan khusus yang telah di hijab di sebelah kiri mesjid megah ini. Kita hanya bisa nyengeh nahan malu, secepat kilat kita langsung sprin ngadu lari. Ada kejadian apa 1 sd 3 rhamadhan 1428 saat sanlat khaisar di al-huda ini kejadianp paling unik dari kejadian-kejadian yang lain, saat di akhir acara kelompok kita dinobatkan sebagai peserta terheboh + terkreatif.. YES kita menang, tidak percuma telah mengeluarkan semua jurus andalan agar para panitia terkesima kagum, semua saingan kita yang SD harus mengakui bahwa anak SMA jauh lebih unggul gitu lho hehehehe.. walo murobi kita super baek, tapi dia pernah tengil ma kita, jam 7 pagi kita tlah sepakat janjian didepan masjid al-hafidziah sepeti biasa aku datang paling telat, karma jam yang aku pakai adalah jam karet tapi kalian cuek aza gak marah karma saking senengnya mo ketemu gubernur jawa barat. 10 menitan lagi kaki kita akan menginjak lapangan merdeka sukabumi, ni acara besar pasti ada beribu pasang mata memandang, takbir akan menggemparkan kota sukabumi karma selain da kunjungan pak gubernur bakalan ada siraman rohani. Dang dut dang dang dut dang dut dang dang dut, kami terkejut seharusnya yang kami lihat ibu-ibu pake jilbab ato bapak-bapak pake baju necis. Tapi ini laen sikaos merah merajai lapangan hijau pada semangat goyang dangdut di kaosnya terterakan kopi ABC, petanda abclah yang mensponsori acara ini, ternyata murobi kita salah menyebutkan lokasi . seharusnya Gor cisaat bukan gor sukabumi.
Sekarangpun saat masa-masa terakhir didalam hidupku kalianlah mata dan telingaku, aku tidak seperti berada diruangan 4 kali 12 yang disekat-sekat entah karena apa aku bijak bestari memandang dunia ini. Cerita-cerita dari mulut kalian menyadariku betapa luas dunia ini sangat luas ataupun sebaliknya betapa kecil sebuah titik awal penciptaan ini sangat kecil.bersatunya mata kitapun tidak menghilangkan dahaga kita akan rasa ingin tau.. kita mahluk yang menciptaannya telah terpaku pada kitab lauhul mahfuzh, hokum-hukum alam. Bukan saatnya merasa lelah atopun merasa bising karma telinga inipun memiliki sebuah batasan. Tapi manifestasi keimanan membuat keterbatasan ini menjadi sebuah penegasan. Kepuasan adalah saat diri memilih untuk bersyukur… maafkanlah aku, insya allah akupun akan memaafkan kalian.. sukron ya ukhti.
Sabtu, 17 Januari 2009
Assalamualaikum…warohmatullah… hiwabarokatuh
KODOYA ROWA’I
Mereka (Hizb Asy-syaythan tentara syaithan) telah terjangkit Syndrom paling akut yang pernah ada dibumi. Diam-diam mereka cemas dan takut. Diam-diam mereka mempelajari kitab suci kita Al-Quran Nurkarim. Diam-diam mereka mempercayai firman khalik kita Allah Azwajala yang di wahyukan pada manusia pemberani Rasullulah SAW 15 abad silam tentang suatu masa dimana mereka akan dikalahkan oleh Hizbullah(tentara allah). Diam-diam mereka merancang dan mempersiapkan sekenario tercanggih pikirnya, untuk menentang Khalik kita Allah Azwajala, dengan cara-cara picik, menghasut, memfitnah, menyebarkan benih-benih kezoliman dll. Mereka ingin memperbolak-balikan fakta tentang siapa yang sebenarnya pewaris bumi ini. Tapi mereka lupa bahkan tak paham tentang arti kesengsaraan…….. aksi mereka menzolimi saudara kita di Palestin telah membuka mata kita tentang kemaha tolololan mereka , tentang rasa takut yang berlebihan mental-mental mereka rapuh, mereka hanya diberi kecerdasan IQ penyakit mereka bukan batuk, pilek atau encok tapi penyakit jiwa yakni kedengkian dan kesombongan. Allah lebih tau tentang kebahagian seorang manusia. Allah lebih tau tentang hati seorang manusia yang telah dilaknati. Karma kebahagiaan itu adalah berjuang for allah sang pemilik Al Asmaa Ul-Husna.
FOR MUJAHID
Semuanya adalah ujian. Manusia dituntut perpikir jernih, memecahkan masalah mencari solusi menjadi pembaca alam(keadaan) yang bijaksana. Jangan biarkan kesemerautan(Suuzon) menguasi nalar dan hati. Usaha kita adalah janji Allah SWT yakni surga. Tak peduli hasilnya adalah nol. Karma hari yang lalu, hari ini dan hari yang akan datang telah tertulis dalam kitab induk Lauhul Mahfuzh” tiada suatu bencanapun yang menimpa dibumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab(Lauhul Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah SWT. Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikannya kepadamu. Dan Allh tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.(QS. AL-Hadid, 57:22-23)
Kita telah tau dan faham yang terindah adalah perjuangannya dalam berihtiar mengabulkan doa-doa tentang mujahid yang mempunyai Ruhul Jihad. Yang meski di ingat badai pasti berlalu dan kemenangan yang hakiki adalah milik Hizbbullah. Siksa Allah adalah berat terhadap manusia pembuat makar. Dan kaum muslim meski bersatu jangan langi ada di antara kita yang berjalan dan berjihad seorang diri” mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan dalam bersatu padu, kecuali dalam kampong-kampung yang berbenteng atau dibalik tembok. Permusuhan diantara mereka adalah sangat hebat. Kamu mengira mereka bersatu sedang hati mereka berpecah belah.yang demikian itu karma sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti”(QS. Al-Hasyr, 59:14)
Mujahid kita meski taqwa, karma taqwa adalah perpaduan kecerdasan terhebat IQ & EQ.
KODOYA ROWA’I
Mereka (Hizb Asy-syaythan tentara syaithan) telah terjangkit Syndrom paling akut yang pernah ada dibumi. Diam-diam mereka cemas dan takut. Diam-diam mereka mempelajari kitab suci kita Al-Quran Nurkarim. Diam-diam mereka mempercayai firman khalik kita Allah Azwajala yang di wahyukan pada manusia pemberani Rasullulah SAW 15 abad silam tentang suatu masa dimana mereka akan dikalahkan oleh Hizbullah(tentara allah). Diam-diam mereka merancang dan mempersiapkan sekenario tercanggih pikirnya, untuk menentang Khalik kita Allah Azwajala, dengan cara-cara picik, menghasut, memfitnah, menyebarkan benih-benih kezoliman dll. Mereka ingin memperbolak-balikan fakta tentang siapa yang sebenarnya pewaris bumi ini. Tapi mereka lupa bahkan tak paham tentang arti kesengsaraan…….. aksi mereka menzolimi saudara kita di Palestin telah membuka mata kita tentang kemaha tolololan mereka , tentang rasa takut yang berlebihan mental-mental mereka rapuh, mereka hanya diberi kecerdasan IQ penyakit mereka bukan batuk, pilek atau encok tapi penyakit jiwa yakni kedengkian dan kesombongan. Allah lebih tau tentang kebahagian seorang manusia. Allah lebih tau tentang hati seorang manusia yang telah dilaknati. Karma kebahagiaan itu adalah berjuang for allah sang pemilik Al Asmaa Ul-Husna.
FOR MUJAHID
Semuanya adalah ujian. Manusia dituntut perpikir jernih, memecahkan masalah mencari solusi menjadi pembaca alam(keadaan) yang bijaksana. Jangan biarkan kesemerautan(Suuzon) menguasi nalar dan hati. Usaha kita adalah janji Allah SWT yakni surga. Tak peduli hasilnya adalah nol. Karma hari yang lalu, hari ini dan hari yang akan datang telah tertulis dalam kitab induk Lauhul Mahfuzh” tiada suatu bencanapun yang menimpa dibumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab(Lauhul Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah SWT. Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikannya kepadamu. Dan Allh tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.(QS. AL-Hadid, 57:22-23)
Kita telah tau dan faham yang terindah adalah perjuangannya dalam berihtiar mengabulkan doa-doa tentang mujahid yang mempunyai Ruhul Jihad. Yang meski di ingat badai pasti berlalu dan kemenangan yang hakiki adalah milik Hizbbullah. Siksa Allah adalah berat terhadap manusia pembuat makar. Dan kaum muslim meski bersatu jangan langi ada di antara kita yang berjalan dan berjihad seorang diri” mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan dalam bersatu padu, kecuali dalam kampong-kampung yang berbenteng atau dibalik tembok. Permusuhan diantara mereka adalah sangat hebat. Kamu mengira mereka bersatu sedang hati mereka berpecah belah.yang demikian itu karma sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti”(QS. Al-Hasyr, 59:14)
Mujahid kita meski taqwa, karma taqwa adalah perpaduan kecerdasan terhebat IQ & EQ.
Sabtu, 27 Desember 2008
PENCIPTAAN ALAM SEMESTA
PENCIPTAAN ALAM SEMESTA
Sejauh mata memandang, semakin jelas keagungan dan kesempurnaan penciptaan tampa cela ini. Hingga yang tercipta adalah rasa takjub dan beribu pertanyaan menggoda, dan semakin otak mengerang berusaha memikirkan dan menerjemahkan semakin besar pula rasa ingin tau menguasai nalar. Bingung dibuatnya kita … terlalu sulit untuk diterawang dan tidak mungkin semua ini hanya seduah kebetulan belaka. Seperti yang di gempor-gemporkan kaum ateisme dengan menyebarkan filosofi matraelistis. Renaissance di bangkitkan kembali. Teori mereka disampaikan pada manusia sebagai fakta-fakta ilmiah. Padahal teori mereka adalah teori atau idiologi kesesatan, idiologi yang jika diteliti dan ditelaah lebih jauh hanyalah sebuah teori tampa dasar-dasar penelitian yang tidak memenuhi syara-syarat ilmiah.
Sebuah pertanyaan yang sering terlontar adalan. Bagaimana terciptanya alam semesta ini ? yang penghiasnya adalah bermiliyar galaksi sedang satu galaksi menyumbangkan 100 miliyar bintang berbentuk bagaikan telur, dengan diameter 100.000 tahun cahaya dengan sebuah benjolan ditengah dengan tiga flat, lingkaran berabu membentuk bundaran. Seperti bintang-bintang lainnya, matahari berputar mengiringi pusat galaksi memerlukan sekitar 250 juta tahun cahaya untuk menyelesaikan satu putaran.
Alexsandre friedmann seorang ahli fisika Rusia rada tahun 1922, dimana pada abad itu terjadi perkenbangan pesat di bidang astronomi. Friedmann menemukan stuktur yang tidak statis penemuan freidmann itu sangat bertolak belakang dengan teori “steady state”nya sir fred hoyle sebuah teori yang menyatakan bahwa alam semesta tidak terbatas dalam skalanya dan tampa adanya awal maupun akhir yang menjadi titik awal idilogi ateisme. Mereka beranggapan jika alam semesta tidak berawal berarti tidak adanya sebuah penciptaan yang artinya mengigkari adanya zat pencipta yakni Allah Azwazala. Namun penemuan friedmann yang berpijar pada teori “Relatifitas Einsten” berhasil menghitung sebuah influs kecil saja dapat mengakibatkan alam semesta meluas (ekspansi) atau mengkerut (kontraksi). Walau Hoyle juga menerima bahwa alam semesta mengalami perluasan namun menurutnya materi muncul secara spontan dan dalam kuantitas yang dibutuhkan yang artinya masih tidak mempercayai adanya sebuah penciptaan.
Sedang menurut Georges Lamitre, seorang ahli astronomi terkenal belgia adalah yang pertama menyadari pentingnya hitungan ini. Hitungan ini membawanya pada kesimpulan bahwa alam semesta memiliki awal dan terus mengalami ekspansi sejak permulaan terciptanya. Ada hal penting lainnya yang diangkat lemaitre menurutnya, seharusnya ada kelebihan radiasi yang tertinggal dari Big Bang dan ini dapat dilacak. Dan penemuan lain yang mengarahkan tentang adanya sebuah penciptaan adalah penemuaan oleh Edwin Hubble seorang astronomi dari Amerika dengan teleskop raksasanya menemukan bahwa bintang-bintang memancarkan cahaya geser merah(red shift). Dengan temuan ini Hubble menengtang seluruh ilmuan yang mengajukan dan membela teori “ steady start”. Pengamatan lebih jauh pada perluasan jagad raya telah membuka jalan bagi pendapat-pendapat baru seperti yand dikemukakan lamaitre, bahwa pada suatu massa, semua benda alam semesta memadat dalam sebuah titik massa tunggal yang memiliki volume nol karma grafitasinya yang besar alam semesta kita menjadi ada sebagai hasil ledakan titik massa yang memiliki titk volume nol ini dan ledakanini disebut bing bang.
Big Bang Dengan Bukti
Semakin banyak penemuan-penemuan lain yang mendukung bahwa alam semesta mulai terbentuk setelah ledakan besar, para ahli astrofisika dalam penelitiannya mencapai kemajuan pesat. Menurut George Gamow, apabila alam semesta terbentuk dari sebuah ledakan besar dan tiba-tiba pastilah tertinggal sejumlah radiasi dari ledakan tersebut yang menyebar rata diseluruh jagad raya dan pada tahun 1965 teorinya Gamou berhasil dibuktikan oleh dua orang beneliti bernama Arno Panzias dan Robert Wilson menemukan suatu bentuk radiasi yang tidal teramati yang disebut “radiasi latar belakang kosmis” radiasi ini tidak seperti benda-benda alam semesta lainya karma keseragamannya yang luar biasa, radiasi ini tidak terlokalisasi, juga tidak memiliki sumber yang jelas, justru tersebar merata dimana-mana segera disadari bahwa radiasi ini adalah peninggalan Big Bang. Atas temuan mereka yang membawa angin segar dalam kemajuan ilmu pengetahuan, Penzias dan Wilson di anugrahi Nobel.
Big Bang Dalam Al-Quran
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi iti keduanya dahulu adalah satu padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya..”(QS. Al-Anbiyaa, 22:30)
“Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan kami dan kamilah yang melakukan perluasannya(ekspansinya)”.(QS. Adz-Azaariyaat, 51:47)
Dalam konsep Al-Quran tentang alam semesta kiranya sejalan dengan penemuan saint dewasa ini. Ayat ke 30 QS. Al-Anbiyaa diatas merupakan isyarat bahwa alam semesta ada dari ketidakadaan, dijelaskan langit dan bumi pra alam semesta adalah satu padu baru terdiri dari inti energi cahaya yang berkembang bersama perjalanan waktu, kemudian sampai mencapai titik yang sangat genting lalu meledak bersama Big bang “kemudian kami pishkan antara keduanya” dimana Allah SWT memisahkan langit dan bumi dengan sebuah ledakan dari ketadaan menjadi bermasang-pasangan, mater dan anti metter yang merupakan cikal bakal penciptaan materi. Ssat itulah dia Allah SWT yang melakukan ekspansi dan rotasi nya juga. “ dan ingatlah langit dimana rotasi adalah karakternya”.(QS. Ath- Thariq, 86:11). Kenyataan demi kenyataan yang dihiasi oleh teori yang teruji keabsahanya telah menemukan jalan kebenaran akan penciptaan yang maha agung ini. Pada akhirnya idiologi ateisme yang disokong teori yang dimbil dari rak sejarah yang berdebu harus rela ditinggalkan atau di hapus dari peradaban umat manusia.
Maha benar segala firmannya yang diturunkan pada nabi besar Muhammad saw 15 abad silam. Semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari curahan kasih sayangnya yang maha luas.
Sejauh mata memandang, semakin jelas keagungan dan kesempurnaan penciptaan tampa cela ini. Hingga yang tercipta adalah rasa takjub dan beribu pertanyaan menggoda, dan semakin otak mengerang berusaha memikirkan dan menerjemahkan semakin besar pula rasa ingin tau menguasai nalar. Bingung dibuatnya kita … terlalu sulit untuk diterawang dan tidak mungkin semua ini hanya seduah kebetulan belaka. Seperti yang di gempor-gemporkan kaum ateisme dengan menyebarkan filosofi matraelistis. Renaissance di bangkitkan kembali. Teori mereka disampaikan pada manusia sebagai fakta-fakta ilmiah. Padahal teori mereka adalah teori atau idiologi kesesatan, idiologi yang jika diteliti dan ditelaah lebih jauh hanyalah sebuah teori tampa dasar-dasar penelitian yang tidak memenuhi syara-syarat ilmiah.
Sebuah pertanyaan yang sering terlontar adalan. Bagaimana terciptanya alam semesta ini ? yang penghiasnya adalah bermiliyar galaksi sedang satu galaksi menyumbangkan 100 miliyar bintang berbentuk bagaikan telur, dengan diameter 100.000 tahun cahaya dengan sebuah benjolan ditengah dengan tiga flat, lingkaran berabu membentuk bundaran. Seperti bintang-bintang lainnya, matahari berputar mengiringi pusat galaksi memerlukan sekitar 250 juta tahun cahaya untuk menyelesaikan satu putaran.
Alexsandre friedmann seorang ahli fisika Rusia rada tahun 1922, dimana pada abad itu terjadi perkenbangan pesat di bidang astronomi. Friedmann menemukan stuktur yang tidak statis penemuan freidmann itu sangat bertolak belakang dengan teori “steady state”nya sir fred hoyle sebuah teori yang menyatakan bahwa alam semesta tidak terbatas dalam skalanya dan tampa adanya awal maupun akhir yang menjadi titik awal idilogi ateisme. Mereka beranggapan jika alam semesta tidak berawal berarti tidak adanya sebuah penciptaan yang artinya mengigkari adanya zat pencipta yakni Allah Azwazala. Namun penemuan friedmann yang berpijar pada teori “Relatifitas Einsten” berhasil menghitung sebuah influs kecil saja dapat mengakibatkan alam semesta meluas (ekspansi) atau mengkerut (kontraksi). Walau Hoyle juga menerima bahwa alam semesta mengalami perluasan namun menurutnya materi muncul secara spontan dan dalam kuantitas yang dibutuhkan yang artinya masih tidak mempercayai adanya sebuah penciptaan.
Sedang menurut Georges Lamitre, seorang ahli astronomi terkenal belgia adalah yang pertama menyadari pentingnya hitungan ini. Hitungan ini membawanya pada kesimpulan bahwa alam semesta memiliki awal dan terus mengalami ekspansi sejak permulaan terciptanya. Ada hal penting lainnya yang diangkat lemaitre menurutnya, seharusnya ada kelebihan radiasi yang tertinggal dari Big Bang dan ini dapat dilacak. Dan penemuan lain yang mengarahkan tentang adanya sebuah penciptaan adalah penemuaan oleh Edwin Hubble seorang astronomi dari Amerika dengan teleskop raksasanya menemukan bahwa bintang-bintang memancarkan cahaya geser merah(red shift). Dengan temuan ini Hubble menengtang seluruh ilmuan yang mengajukan dan membela teori “ steady start”. Pengamatan lebih jauh pada perluasan jagad raya telah membuka jalan bagi pendapat-pendapat baru seperti yand dikemukakan lamaitre, bahwa pada suatu massa, semua benda alam semesta memadat dalam sebuah titik massa tunggal yang memiliki volume nol karma grafitasinya yang besar alam semesta kita menjadi ada sebagai hasil ledakan titik massa yang memiliki titk volume nol ini dan ledakanini disebut bing bang.
Big Bang Dengan Bukti
Semakin banyak penemuan-penemuan lain yang mendukung bahwa alam semesta mulai terbentuk setelah ledakan besar, para ahli astrofisika dalam penelitiannya mencapai kemajuan pesat. Menurut George Gamow, apabila alam semesta terbentuk dari sebuah ledakan besar dan tiba-tiba pastilah tertinggal sejumlah radiasi dari ledakan tersebut yang menyebar rata diseluruh jagad raya dan pada tahun 1965 teorinya Gamou berhasil dibuktikan oleh dua orang beneliti bernama Arno Panzias dan Robert Wilson menemukan suatu bentuk radiasi yang tidal teramati yang disebut “radiasi latar belakang kosmis” radiasi ini tidak seperti benda-benda alam semesta lainya karma keseragamannya yang luar biasa, radiasi ini tidak terlokalisasi, juga tidak memiliki sumber yang jelas, justru tersebar merata dimana-mana segera disadari bahwa radiasi ini adalah peninggalan Big Bang. Atas temuan mereka yang membawa angin segar dalam kemajuan ilmu pengetahuan, Penzias dan Wilson di anugrahi Nobel.
Big Bang Dalam Al-Quran
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi iti keduanya dahulu adalah satu padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya..”(QS. Al-Anbiyaa, 22:30)
“Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan kami dan kamilah yang melakukan perluasannya(ekspansinya)”.(QS. Adz-Azaariyaat, 51:47)
Dalam konsep Al-Quran tentang alam semesta kiranya sejalan dengan penemuan saint dewasa ini. Ayat ke 30 QS. Al-Anbiyaa diatas merupakan isyarat bahwa alam semesta ada dari ketidakadaan, dijelaskan langit dan bumi pra alam semesta adalah satu padu baru terdiri dari inti energi cahaya yang berkembang bersama perjalanan waktu, kemudian sampai mencapai titik yang sangat genting lalu meledak bersama Big bang “kemudian kami pishkan antara keduanya” dimana Allah SWT memisahkan langit dan bumi dengan sebuah ledakan dari ketadaan menjadi bermasang-pasangan, mater dan anti metter yang merupakan cikal bakal penciptaan materi. Ssat itulah dia Allah SWT yang melakukan ekspansi dan rotasi nya juga. “ dan ingatlah langit dimana rotasi adalah karakternya”.(QS. Ath- Thariq, 86:11). Kenyataan demi kenyataan yang dihiasi oleh teori yang teruji keabsahanya telah menemukan jalan kebenaran akan penciptaan yang maha agung ini. Pada akhirnya idiologi ateisme yang disokong teori yang dimbil dari rak sejarah yang berdebu harus rela ditinggalkan atau di hapus dari peradaban umat manusia.
Maha benar segala firmannya yang diturunkan pada nabi besar Muhammad saw 15 abad silam. Semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari curahan kasih sayangnya yang maha luas.
Kamis, 11 Desember 2008
detik-detik UAN, siapkah kita?
Bismillahhirohmanirohim
Detik-detik Ujian Akhir Negara. Siapkah kita?
Oleh: khowarizmi club
Sahabat… ,lulus dengan nilai yang tinggi pasti menjadi sebuah cita-cita yang sahabat perjuangkan sekuat tenaga, jiwa dan raga. Iya kan?ampe kebawa mimpi segala. Mau makan teringat ujian, mau chating teringat ujian…. Pokoke ujian, ujian. Ujian tlah merubah sosoknya menjadi sebuah pristiwa yang patut di perjuangkan bagi muda-mudi yang memiliki prinsip menuntup ilmu sepanjang hayat. Yang menilai ujian sebagai barometer kemampuan yang sejatinya ada pada diri dan ada pada relung jiwa sedalam dan segelap apa pun, bukan pada bayang-bayang yang besar yang pandai menipu, penuh dengan kepalsuan dan intrik yang licik dan jahat yang menjebak dan menjurumuskan. Sahabat kita harus menang dihadapan kholik. Bukan dihadapan manusia-manusia yang penuh dengan keterbatasan dalam menilai.”..sedang apa yang ada di sisi allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya”.(QS. Al-Qashah, 28:60).
Sahabat…., sadar dan tau betapa menggodanya lulus dengan nilai yang tinggi. Dan rasa takut akan tidak lulus yang terselubung dalam hati menjadi peluang bagi syatain untuk unjuk gigi, siap menyebarkan virus-virus kemaksiatan. Kelulusan jadi harga yang mahal dan tinggi untuk ditukar bengan keimanan dan kemuklisan. Jangan sampai sahabat, jangan sampai. Pada hakikatnya UAN sendiri merupakan ujian, bukan hanya ujian dari Negara untuk pelajar tapi juga ujian dari kholik ke pada hambanya. Ujian ketakwaan sahabat. Allah swt berfirman:
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka di biarkan saja mengatakan:”kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?(QS. Al-Ankabuut 29:2)
Solusi yang terhebat bukan ada pada syaitan tapi ada pada kemampuan sahabat yang menunggu untuk sahabat gali dan latih. Dengan cara?
1) Dengan waktu yang tersisa lagi singkat bukan tidak mungkin dengan DUIT SAJUTA “ doa, usaha, ihtiar, sabar, jujur, tawakat”sahabat bisa meraih kesuksesan yang hakiki. Imam syafii pun telah membuktikan, sahabat tau dengan duit sajuta beliau telah sukses menamatkan mentilawah al-quran sebanyak 60 kali dalam sebulan.
2) Luruskan niat hanya karna Allah swt dengan begitu insya allah jalan akan begituh dimudahkan dan sahabat tau beribu malaikat akan ada dibelakang kita tidak akan pernah henti-hentinya berdoa.
3) Perbanyak tilawah, karma menurut Dr. Muhammad Kamal Abdul Aziz, Guru Besar Fak. Kedoktoran Universitas Al-Azhar Cairo.Tilawah Al-Quiran memiliki efek yang besar dalam memperkuat ingatan(memory).
4) Shalat malam lebih di rapatkan, rasullulah pun sebelum menghadapi perang besar beliau dan para sahabatnya tak pernah absent melakukan shalat malam selama setahun penuh. Karna shalat malam merupakam metode dalam memperkuat mental dan fisik. Anggaplah UAN sebagai perang, yang senjatanya adalah buku dan ilmu.
5) “dan tidak sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang baik…”(QS. Fushshilat, 41:34). Tolak segala tipu muslihat dan ajakan yang menjerumuskan dengan cara yang baik. Katakana tidak, pada kepicikan.Dan mohonlah perlindungan kepada allah dari keburukan. Sesungguhna dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui.
Sahabat…..,
apakah sama orang yang berfikir dengan orang yang tidak perfikir? Bangga kah kita hidup di bawah bayang-banyang kepalsuan. Jangan biarkan kemaksiatan membunuh karakter kita. Tunjukan jati diri sahabat yang penuh dengan gelora perjuangan yang akan membakar keterpurukan. Pemuda yang berani berjihad dalam kebenaranlah yang akan mengubah dunia. Sesungguhnya dunia di wariskan kepada orang-orang yang beriman.
Bukanlah kesia-siaan dalam berproses akan tetapi rasa haus yang terpuasi.
.senyum pada saudaramu adalah sedekah
Detik-detik Ujian Akhir Negara. Siapkah kita?
Oleh: khowarizmi club
Sahabat… ,lulus dengan nilai yang tinggi pasti menjadi sebuah cita-cita yang sahabat perjuangkan sekuat tenaga, jiwa dan raga. Iya kan?ampe kebawa mimpi segala. Mau makan teringat ujian, mau chating teringat ujian…. Pokoke ujian, ujian. Ujian tlah merubah sosoknya menjadi sebuah pristiwa yang patut di perjuangkan bagi muda-mudi yang memiliki prinsip menuntup ilmu sepanjang hayat. Yang menilai ujian sebagai barometer kemampuan yang sejatinya ada pada diri dan ada pada relung jiwa sedalam dan segelap apa pun, bukan pada bayang-bayang yang besar yang pandai menipu, penuh dengan kepalsuan dan intrik yang licik dan jahat yang menjebak dan menjurumuskan. Sahabat kita harus menang dihadapan kholik. Bukan dihadapan manusia-manusia yang penuh dengan keterbatasan dalam menilai.”..sedang apa yang ada di sisi allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya”.(QS. Al-Qashah, 28:60).
Sahabat…., sadar dan tau betapa menggodanya lulus dengan nilai yang tinggi. Dan rasa takut akan tidak lulus yang terselubung dalam hati menjadi peluang bagi syatain untuk unjuk gigi, siap menyebarkan virus-virus kemaksiatan. Kelulusan jadi harga yang mahal dan tinggi untuk ditukar bengan keimanan dan kemuklisan. Jangan sampai sahabat, jangan sampai. Pada hakikatnya UAN sendiri merupakan ujian, bukan hanya ujian dari Negara untuk pelajar tapi juga ujian dari kholik ke pada hambanya. Ujian ketakwaan sahabat. Allah swt berfirman:
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka di biarkan saja mengatakan:”kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?(QS. Al-Ankabuut 29:2)
Solusi yang terhebat bukan ada pada syaitan tapi ada pada kemampuan sahabat yang menunggu untuk sahabat gali dan latih. Dengan cara?
1) Dengan waktu yang tersisa lagi singkat bukan tidak mungkin dengan DUIT SAJUTA “ doa, usaha, ihtiar, sabar, jujur, tawakat”sahabat bisa meraih kesuksesan yang hakiki. Imam syafii pun telah membuktikan, sahabat tau dengan duit sajuta beliau telah sukses menamatkan mentilawah al-quran sebanyak 60 kali dalam sebulan.
2) Luruskan niat hanya karna Allah swt dengan begitu insya allah jalan akan begituh dimudahkan dan sahabat tau beribu malaikat akan ada dibelakang kita tidak akan pernah henti-hentinya berdoa.
3) Perbanyak tilawah, karma menurut Dr. Muhammad Kamal Abdul Aziz, Guru Besar Fak. Kedoktoran Universitas Al-Azhar Cairo.Tilawah Al-Quiran memiliki efek yang besar dalam memperkuat ingatan(memory).
4) Shalat malam lebih di rapatkan, rasullulah pun sebelum menghadapi perang besar beliau dan para sahabatnya tak pernah absent melakukan shalat malam selama setahun penuh. Karna shalat malam merupakam metode dalam memperkuat mental dan fisik. Anggaplah UAN sebagai perang, yang senjatanya adalah buku dan ilmu.
5) “dan tidak sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang baik…”(QS. Fushshilat, 41:34). Tolak segala tipu muslihat dan ajakan yang menjerumuskan dengan cara yang baik. Katakana tidak, pada kepicikan.Dan mohonlah perlindungan kepada allah dari keburukan. Sesungguhna dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui.
Sahabat…..,
apakah sama orang yang berfikir dengan orang yang tidak perfikir? Bangga kah kita hidup di bawah bayang-banyang kepalsuan. Jangan biarkan kemaksiatan membunuh karakter kita. Tunjukan jati diri sahabat yang penuh dengan gelora perjuangan yang akan membakar keterpurukan. Pemuda yang berani berjihad dalam kebenaranlah yang akan mengubah dunia. Sesungguhnya dunia di wariskan kepada orang-orang yang beriman.
Bukanlah kesia-siaan dalam berproses akan tetapi rasa haus yang terpuasi.
.senyum pada saudaramu adalah sedekah
Langganan:
Postingan (Atom)